Anak yang tidak mentaati ibu bapa

kasih-ibu
 
Assalamualaikum ustaz.saya ada seorang anak perempuan yang lari dari rumah sebulansudah,hingga sekarang belum pulang ke rumah gara2 mengikut laki2 duda beranak dua.mereka sudah melakukan perbuatan terkutuk.baru2 ini saya dapat berbual dengan anak saya tetapi dia mengherdik saya,menengking saya dan bukan itu saja bahkan teman lelakinya itu merampas telipon dari anak saya dan memaki hamun saya.tujuan saya ialah untuk menyatukan mereka tetapi hingga skrg mereka taknak bertemu muka.soalannya…haruskah saya teruskan niat saya itu walaupun telah di maki hamun oleh kedua2 nya atau bagaimana harus saya lakukan.sekian Wassalam.-Mahmud
 

Bismillahirrahmanirrahim,

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra’ ayat 23 :
Maksudnya : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Allah dan berbuat baik kepada kedua ibubapa, jika salah seorang diantara keduanya atau keduanya sampai usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

Dapat difahami dari ayat ini, adalah menjadi kewajipan seorang anak untuk berbuat baik dan berlembut dengan kedua ibubapanya. Juga ditegaskan disini, larangan bagi seorang anak melontarkan kata-kata kasar kepada ibubapa mereka walaupun hanya dengan menyebut perkataan ‘ah!’.

Para ulama’ juga telah mengqiyaskan larangan ini dengan tindakan yang lebih buruk dari itu seperti mencaci, mengherdik, memukul dan sebagainya.

Seperti sedia maklum, ibubapa merupakan sekolah pertama untuk pentarbiyahan anak-anak dan dibahu mereka tergalas amanah besar mendidik anak-anak untuk melaksana perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Dalam sebuah hadis menegaskan:  Kerjakanlah olehmu amalan ketaatan kepada Allah, takutlah kamu daripada melakukan maksiat, suruhlah anak-anak kamu melakukan apa yang diperintah dan meninggalkan apa yang dilarang. Sesungguhnya itu adalah pendinding bagi mereka (anak-anak kamu) dari dirimu daripada api neraka.

Firman Allah dalam Surah At-Tahrim ayat ke-6 :
Maksudnya : “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..”

Pendidikan rohani merupakan aspek utama yang perlu ditanam dalam sesi pentarbiyahan anak-anak.
Rasulullah sangat menitik beratkan hal ini , ia terbukti melalui sabdanya :

“Daripada ‘Amru bin Syu‘aib, daripada bapanya, daripada datuknya berkata, sabda Rasulullah saw: “Perintahlah anak-anakmu mendirikan solat ketika mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika berumur sepuluh tahun serta pisahkan tempat tidur mereka”.

Walaubagaimanapun tanggungjawab yang wajib ditunaikan ini tidak pernah sunyi dari cabaran dan dugaan. Semuanya adalah jalan membuktikan tahap keimanan kepada Allah bagi mereka ditempuhi dengan sabar dan redha.

Surah Al-Ankabut ayat 2, Allah berfirman :

Maksudnya : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?

Adapun bagi anak-anak yg telah dewasa,
pilihan ditangan mereka, ibubapa hanya mengawasi dan membimbing keputusan mereka agar terus berada diatas landasan syara’. Sekiranya tindakan yang dipilih melanggar syari’at, maka maksiat itu wajib dicegah dengan cara yang paling baik.

Dari Abu Said Al-Khudri r.a berkata: Aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda:

“Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka hendaklah dia mencegah dengan tangannya, sekiranya dia tidak mampu, maka dengan lisannya, dan sekiranya dia tidak mampu (juga), maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemah keimanan.” (Riwayat Imam Muslim dalam Sahihnya dari hadis Abu Said r.a)

Berdasarkan hadis diatas, kemungkaran itu wajib dicegah semampunya samada dengan menggunakan tangan, lisan atau mengingkarinya dengan hati. Itulah cara terakhir dan serendah-rendah iman.

Andai tidak mampu bersua muka, berusaha untuk menyampaikan melalui keluarga dan teman yang rapat dengan mereka, atau menggunakan medium maya.
Allah tidak akan mensia-sia setiap usaha yang dilakukan dengan ikhlas dan Allah akan menganjari usaha dalam menunaikan tanggunjawab ini dengan balasan yang setimpal.

Selanjutnya peliharalah hubungan dengan Allah dan jangan pernah putus mendoakan pengampunan untuk mereka. Semoga dilembutkan hatinya untuk kembali kepada Allah. Kerana Allahlah yang memegang hati hamba-hambanya.

Semoga kita semua memperoleh kehidupan yang diredhai di dunia dan akhirat.

Wallahu ‘aalam.

 

zainab husna_1
 
 
Ustazah Zainab Husna binti Hussen
Ahli Majlis Ulama ISMA (MUIS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *